Home » » Pengertian Denial of Service (DoS)

Pengertian Denial of Service (DoS)

echo-zine 02
Oleh: MOBY (echo-staff)

.o0 Kata Pengantar

Pada dasarnya saya mencoba memberikan gambaran umum tentang Denial of
Service atau yang lebih kita kenal dengan DoS. Beberapa pertanyaan
yang mungkin bisa terjawab diantaranya :

1. Apa itu DoS ?
... 2. Apa motif cracker untuk melakukan itu ?
3. Bagaimana cara melakukannya ?
4. Apa yang harus saya lakukan untuk mencegahnya ?

Semuanya untuk anda, ENJOY !!.

.o0 Apa itu Denial of Service (DoS) ?

Denial of Service adalah aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis)
atau mematikan-nya, sehingga user yang berhak/berkepentingan tidak dapat
menggunakan layanan tersebut. Dampak akhir dari aktifitas ini menjurus
kepada tehambatnya aktifitas korban yang dapat berakibat sangat fatal
(dalam kasus tertentu). Pada dasarnya Denial of Service merupakan serangan
yang sulit diatasi, hal ini disebabkan oleh resiko layanan publik dimana
admin akan berada pada kondisi yang membingungkan antara layanan dan
kenyamanan terhadap keamanan. Seperti yang kita tahu, keyamanan berbanding
terbalik dengan keamanan. Maka resiko yang mungkin timbul selalu mengikuti
hukum ini.

Beberapa aktifitas DoS adalah:

1. Aktifitas 'flooding' terhadap suatu server.
2. Memutuskan koneksi antara 2 mesin.
3. Mencegah korban untuk dapat menggunakan layanan.
4. Merusak sistem agar korban tidak dapat menggunakan layanan.

.o0 Motif penyerang melakukan Denial of Service

Menurut Hans Husman (t95hhu@student.tdb.uu.se), ada beberapa motif cracker
dalam melakukan Denial of Service yaitu:

1. Status Sub-Kultural.
2. Untuk mendapatkan akses.
3. Balas dendam.
4. Alasan politik.
5. Alasan ekonomi.
6. Tujuan kejahatan/keisengan.

.o0 Denial of Sevice, serangan yang menghabiskan resource.

Pada dasarnya, untuk melumpuhkan sebuah layanan dibutuhkan pemakaian resource
yang besar, sehingga komputer/mesin yang diserang kehabisan resource dan
manjadi hang. Beberapa jenis resource yang dihabiskan diantaranya:

A. Swap Space
B. Bandwidth
C. Kernel Tables
D. RAM
E. Disk
F. Caches
G. INETD

A. Swap Space

Hampir semua sistem menggunakan ratusan MBs spasi swap untuk melayani permintaan
client. Spasi swap juga digunakan untuk mem-'forked' child process. Bagaimanapun
spasi swap selalu berubah dan digunakan dengan sangat berat. Beberapa serangan
Denial of Service mencoba untuk memenuhi (mengisi) spasi swap ini.

B. Bandwidth

Beberapa serangan Denial of Service menghabiskan bandwidth.

C. Kernel Tables

Serangan pada kernel tables, bisa berakibat sangat buruk pada sistem. Alokasi
memori kepada kernel juga merupakan target serangan yang sensitif. Kernel
memiliki kernelmap limit, jika sistem mencapai posisi ini, maka sistem tidak
bisa lagi mengalokasikan memory untuk kernel dan sistem harus di re-boot.

D. RAM

Serangan Denial of Service banyak menghabiskan RAM sehingga sistem mau-tidak
mau harus di re-boot.

E. Disk

Serangan klasik banyak dilakukan dengan memenuhi Disk.

F. Caches

G. INETD

Sekali saja INETD crash, semua service (layanan) yang melalui INETD tidak akan
bekerja.

.o0 Teknik Melakukan Denial of Service

Melakukan DoS sebenarnya bukanlah hal yang sulit dilakukan. Berhubung DoS merupakan
dampak buruk terhadap sebuah layanan publik, cara paling ampuh untuk menghentikannya
adalah menutup layanan tersebut. Namun tentu saja hal ini tidak mengasikkan dan juga
tidak begitu menarik.
Kita akan bahas tipe-tipe serangan DoS.

1. SYN-Flooding
SYN-Flooding merupakan network Denial ofService yang memanfaatkan 'loophole'
pada saat koneksi TCP/IP terbentuk. Kernel Linux terbaru (2.0.30 dan yang
lebih baru) telah mempunyai option konfigurasi untuk mencegah Denial of
Service dengan mencegahmenolak cracker untuk mengakses sistem.
2. Pentium 'FOOF' Bug
Merupakan serangan Denial of Service terhadap prosessor Pentium yang
menyebabkan sistem menjadi reboot. Hal ini tidak bergantung terhadap jenis
sistem operasi yang digunakan tetapi lebih spesifik lagi terhadap prosessor
yang digunakan yaitu pentium.
3. Ping Flooding
Ping Flooding adalah brute force Denial of Service sederhana. Jika serangan
dilakukan oleh penyerang dengan bandwidth yang lebih baik dari korban, maka
mesin korban tidak dapat mengirimkan paket data ke dalam jaringan (network).
Hal ini terjadi karena mesin korban di banjiri (flood) oleh peket-paket ICMP.
Varian dari serangan ini disebut "smurfing"
(http://www.quadrunner.com/~chuegen/smurf.txt).

Serangan menggunakan exploits.

Beberapa hal yang harus dipahami sebelum melakukan serangan ini adalah:
A. Serangan membutuhkan Shell Linux (Unix/Comp)
B. Mendapatkan exploits di: http://packetstormsecurity.nl/ (gunakan
fungsi search agar lebih mudah)
C. Menggunakan/membutuhkan GCC (Gnu C Compiler)

1. KOD (Kiss of Death)
Merupakan tool Denial of Service yang dapat dugunakan untuk menyerang Ms.
Windows pada port 139 (port netbios-ssn). Fungsi utama dari tool ini adalah
membuat hang/blue screen of death pada komputer korban.
Cara penggunaan:
A. Dapatkan file kod.c
B. Compile dengan Gcc: $ gcc -o kod kod.c
C. Gunakan: $ kod [ip_korban] -p [port] -t [hits]
Kelemahan dari tool ini adalah tidak semua serangan berhasil, bergantung
kepada jenis sistem operasi dan konfigurasi server target (misalmya:
blocking)
2. BONK/BOINK
Bong adalah dasar dari teardrop (teardrop.c). Boink merupakan Improve dari
bonk.c yang dapat membuat crash mesin MS. Windows 9x dan NT
3. Jolt
Jolt sangat ampuh sekali untuk membekukan Windows 9x dan NT. Cara kerja Jolt
yaitu mengirimkan serangkaian series of spoofed dan fragmented ICMP Packet
yang tinggi sekali kepada korban.
4. NesTea
Tool ini dapat membekukan Linux dengan Versi kernel 2.0. kebawah dan Windows
versi awal. Versi improve dari NesTea dikenal dengan NesTea2
5. NewTear
Merupakan varian dari teardrop (teardrop.c) namun berbeda dengan bonk
(bonk.c)
6. Syndrop
Merupakan 'serangan gabungan' dari TearDrop dan TCP SYN Flooding. Target
serangan adalah Linux dan Windows
7. TearDrop
TearDrop mengirimkan paket Fragmented IP ke komputer (Windows) yang terhubung
ke jaringan (network). Serangan ini memanfaatkan overlapping ip fragment, bug
yang terdapat pada Windowx 9x dan NT. Dampak yang timbul dari serangan ini
adalah Blue Screen of Death

Serangan langsung (+ 31337)

1. Ping Flood
Membutuhkan akses root untuk melakukan ini pada sistem Linux. Implementasinya
sederhana saja, yaitu dengan mengirimkan paket data secara besar-besaran.
bash # ping -fs 65000 [ip_target]
2. Apache Benchmark
Program-program Benchmark WWW, digunakan untuk mengukur kinerja (kekuatan)
suatu web server, namun tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan
penyalahgunaan.
bash $ /usr/sbin/ab -n 10000 -c 300 \
http://korban.com/cgi-bin/search.cgi?q=kata+yang+cukup+umum
(diketik dalam 1 baris!)
Akan melakukan 10000 request paralel 300 kepada host korban.com
3. Menggantung Socket
Apache memiliki kapasitas jumlah koneksi yang kecil. Konfigurasi universal
oleh Apache Software Foundation adalah MaxClients 150, yang berarti hanyak
koneksi yang diperbolehkan mengakses Apache dibatasi sebanyak 150 clients.
Jumlah ini sedikit banyak dapat berkurang mengingat browser lebih dari 1
request simultan dengan koneksi terpisah-pisah.

Penyerang hanya melakukan koneksi lalu diam, pada saat itu apache akan
menunggu selama waktu yang ditetukan direktif TimeOut (default 5 menit).
Dengan mengirimkan request simultan yang cukup banyak penyerang akan memaksa
batasan maksimal MaxClients. Dampak yang terjadi, clien yang mengakses apache
akan tertunda dan apa bila backlog TCP terlampaui maka terjadi penolakan,
seolah-olah server korban tewas.


nah itu kawan anggreks yg di sebut DoS . 

1 comments:

Andika Setiawan said...

mantap om penjelasannya :)